Selasa, 15 Oktober 2013

Tradisi Kurban di Rabadompu Timur

TNC. Setiap daerah memiliki kebiasaan dan tradisi tersendiri dalam pelaksanaan kurban di Idul Adha. Bagi masyarakat Rabadompu Timur, Raba, Kota Bima, menyembelih sendiri hewan kurban merupakan hal yang sering dilakukan disini. Jika ingin mendapatkan daging kurban, anda harus membawa pisau sendiri. Siapa cepat dia dapat, siapa berani dia yang untung. itulah prinsip yang harus ditanamkan jika anda ingin mendapatkan daging kurban di Rabadompu Timur ini.


Setiap tahun, selalu ada masyarakat yang melaksanakan kurban. Tapi sayangnya hanya sedikit masyarakat yang bisa kebagian daging kurban. Jika anda masyarakat Rabadompu Timur, pasti kebiasaan membawa sendiri pisau ke tempat orang yang melaksanakan kurban merupakan hal biasa. Jika anda tidak punya nyali, jangan harap anda akan mendapatkan daging kurban.

Kibitiah, warga lingkungan lewiloa kelurahan Rabadomu Timur, Raba, Kota Bima mengaku tidak pernah mendapatkan daging kurban walaupun dia tergolong miskin diwilayahnya. "selama ini saya tidak pernah dapat daging kurban" akunya lirih.

Kibitiah mengaku, jika ingin mendapatkan daging kurban, dia harus bertarung dengan masyarakat yang lain. "kalau mau daging kurban, kita harus rebutan dengan yang lain, siapa yang berani, dia yang dapat banyak" akunya.

Setiap idul qurban, masyarakat Rabadompu Timur berbondong-bondong menuju tempat orang yang melaksanakan kurban. Pisau menjadi modal utama jika ingin mendapatkan daging kurban. Setelah hewan kurban selesai disembelih dan dipsahkan kulit dan dagingnya. Mulailah "pertempuran" untuk mendapatkan daging dimulai. Siapa yang berani, dialah yang banyak mendapatkan daging. Warga dengan cepat memotong-motong hewan kurban untuk diambil dagingnya, jika anda tidak cepat dan hati-hati, anda tidak akan mendapatkan daging, bahkan bisa jadi daging anda yang akan hilang.

Wahab, salah satu tokoh masyarakat di Rabadompu Timur mengaku, jika tidak memiliki nyali dan keberanian, jangan berharap untuk mendapatkan daging kurban. "kalau kita tidak punya keberanian, jangan harap dapat daging, kalau tidak hati-hati bisa jadi tangan kita yang akan diiris" ujarnya.

Senada dengan Wahab, Umi Sei juga mengungkapkan hal yang sama. "waktu dulu saya kurban sapi, keluarga saya saja tidak dapat, yang dapat ya warga yang bawa pisau sendiri" ungkapnya. Setiap daerah tentu punya tradisi sendiri, bagaimana di daerah anda.? (elo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...