Jumat, 04 Oktober 2013

Kampung Media Dikerubuti Wartawan

TNC. Kampung Media lahir untuk merubah budaya bertutur berubah menjadi budaya menulis. Sebagai citizen jurnalism, Kampung Media diharapkan dapat mengangkat berita dan potensi kampung yang selama ini tidak termuat dimedia cetak dapat diangkat melalui Kampung Media. Dalam perjalanannya, seringkali Kampung Media hanya dijadikan media online dari sebuah koran. Mungkin ini karena Kampung Media dipenuhi oleh wartawan.?

Banyaknya wartawan yang tergabung dalam Kampung Media menjadi salah satu topik yang dibahas dalam ngumpul bareng Komunitas Kampung Media Kota Bima, jum'at (4/10) semalam. Ruslan, motivator Kampung Media Sarangge mengungkapkan terkadang berita yang ada di Kampung Media sama dengan yang ada di koran. "berita di kampung media sama dengan di koran" ungkapnya.

Selain membiasakan budaya menulis dan juga mengangkat potensi kampung. Alimin Ach, Motivator Kampung Media Tembe Nggoli berpendapat bahwa kampung media dapat memberi manfaat lain. kampung Media setidaknya dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan juga sebagai wadah menuangkan kreatifitas.

"kalau berita dikoran kemudian dicopy paste di kampung media, ya buat apa, sama saja kampung media hanya dijadikan media online koran itu. kampung media adalah wadah untuk mengembangkan diri, dari tidak bisa menjadi jurnalis menjadi bisa" katanya.

Tidak ada larangan untuk bergabung dengan Kampung Media, termasuk wartawan. tapi sangat disayangkan jika kampung media yang merupakan wadah untuk citizen jurnalism malah dikerubuti oleh wartawan yang sehari-harinya mereka harus membuat berita untuk koran tempat mereka bekerja. ini sama artinya dengan membunuh peluang dan pengembangan diri menjadi citizen jurnalism. alimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...