Senin, 23 September 2013

Sejarah Ndano Na'e

Jika anda orang Bima, pasti tau yang namanya Ndano Na’e. Apa.? Ada yang tidak tidak tau Ndano Na’e.? Walaupun anda warga Bima, saya yakin masih banyak yang tidak tau Ndano Na’e. Ya, Ndano Na’e merupakan nama sebuah kampung yang ada di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Walaupun masuk di wilayah Kota Bima, namun lokasinya sangat terpencil dan akses ke kampung tersebut cukup sulit, itu sebabnya jarang orang mengenal Ndano Na’e.

Ndano dalam bahasa Indonesia berarti Kubangan dan Na’e berarti besar. Jabar, yang salah satu orang tuanya adalah penghuni awal dikampung ini menceritakan berdasarkan cerita turun temurun bahwa nama Ndano Na’e diambil dari besarnya kubangan kerbau yang ada di kampung tersebut. 

“Dulu orang Ntoke dan Ntobo sering mengembala kerbau disini, karena disini dulu ada kubangan yang sangat besar. Ketika jaman Jepang, banyak warga dari desa tersebut yang lari kesini karena takut dibunuh oleh tentara Jepang. Makanya kampung ini dinamakan Ndano Na’e (Kubangan Besar)” kisahnya.

Masih berdasarkan penjelasan Jabar, dulu ada 4 orang yang pertama kali mendiami kampung Ndano Na’e ini, yaitu Ama Tima, Ama Hami, Ama Ni, dan Ama Jawa. “dulu ada 4 orang yang pertama kali tinggal disini” kisah Jabar yang akrab dipanggil Jebo ini. 

Berdasarkan pantauan crew TNC, kubangan tersebut berdiameter sekitar 30-50 m. Itu adalah bekas yang masih terlihat, jika dilihat dari luas lahan yang ada, luasnya mungkin bisa lebih besar, karena pada saat pengamatan kemarin, kondisinya kering dan sudah lama tidak menjadi tempat berkubangnya kerbau.  alimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...