Kamis, 11 Juli 2013

Ramadhan di Kampungku

TNC. Marhaban Yaa Ramadhan. Memasuki bulan suci Ramadhan, aktifitas masyarakat mulai meningkat, baik di rumah dan juga fasilitas ibadah seperti Masjid. Seperti yang terlihat di Masjid Kampungku, Masjid Lailatul Qadri, Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Seminggu terakhir, penataan masjid intens dilakukan, mulai dari pembersihan lantai, karpet, penataan lampu, kipas, sound sistem, dll.  Belum lagi remaja yang mempersiapkan alat untuk membangunkan orang sahur, serta membagikan undangan kepada masyarakat untuk menyumbangkan makanan berbuka puasa di masjid.

Ramadhan kali ini sedikit lebih hidup dari ramadhan sebelumnya. Seperti yang diungkapkan oleh Imam bahwa "masjid yang lain saya lihat remajanya kurang aktif, di masjid kita ini yang aktif seperti ini" ungkap mahasiswa di STIE Bima ini.

Senada dengan Imam, Pembina TPQ Lailatul Qadri, M. Saleh juga merasa tahun ini sedikit lebih baik dari tahun sebelumnya. "untung saja tahun ini remajanya aktif" katanya sambil menyantap takjil berbuka puasa.

Ada yang sedikit berbeda tahun ini, setiap malam selalu ada tadarusan di Masjid, masyarakatpun bisa berbuka puasa di Masjid, karena setiap malam ada sumbangan takjil dari masyarakat. yang paling melegakan kuping, tidak ada bunyi petasan.

Walau BBM naik, namun puasa tahun ini cukup damai terasa di Kampungku. Shalat tarawih pertama dan kedua, jamaah sangat penuh, bahkan ada yang tidak mendapatkan tempat. luar biasa, tidak pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya.

Remaja dan pemuda yang dulunya sering membunyikan petasan, sekarang sudah mulai tadarusan di Masjid. Belum lagi takjil yang disumbangkan warga, menjadi santapan yang menemani ngobrol selepas tadarusan sambil menunggu sahur.

Kampungku yang terkenal dengan keburukannya, kini mulai memperbaiki diri. Sedikit demi sedikit, image kampung yang buruk mulai coba dihilangkan. Rabadompu, ya itulah nama kampungku yang dikonotasikan dengan kampung yang penuh dengan pemabuk, penjudi, preman, dll.

Ramadhan kali ini, ramaja dan pemuda yang ada di Rabadompu mulai mencoba untuk menghapus image buruk tersebut. Mandra, salah seorang pemuda asal Rabadompu mengungkapkan "tidak semuanya orang rabadompu itu buruk, banyak yang baik" ungkapnya. Kegiatan positif yang dilakukan selama bulan ramdhan kedepannya, semoga bisa menjadi contoh dan bisa dipertahankan terus, aamiin. radinal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...