Senin, 10 September 2012

Asyiknya Nongkrong di Kuburan

TNC. Di sore hari mungkin kebanyakan orang beristirahat ataupun duduk di depan rumah. Jika anda jalan-jalan di Rabadompu Barat tepatnya di kampung rade. Ada suasana lain yang akan anda temukan disana. Kuburan yang sejatinya adalah tempat yang angker, malah dijadikan tempat berkumpul dan bercengkrama yang mengasyikkan. Ga percaya,,??ayo buktikan sendiri bersama crew TNC.


Kuburan An-Nur merupakan kuburan yang paling besar di Rabadompu. Bukan hanya orang yang berjiarah yang biasanya datang kesini, tapi anak muda, ibu-ibui bahkan anak-anak juga banyak yang bermain di kuburan ini.

Setiap sore hari, Aba Didi bersama teman-temannya memanfaatkan kuburan ini untuk berkumpul bersama ayam jago masing-masing. Rabadompu sejak dulu terkenal dengan kebiasaan sabung ayam. Tapi tidak melakukan taruhan atapun judi, walaupun ada sebagian kecil yang melakukannya.

Saat ditemui crew TNC, Aba Didi panggilannya mengatakan "kami memilih lokasi ini karena disini sejuk dan luas dan kami sudah lama sejak masih kecil dan kami tidak merasa takut walaupun ini lokasi kuburan, inikan orang mati" dengan wajah tersenyum.

Bukan hanya digunakan untuk berdiskusi tentang ayam jago masing-masing. Ataupun mengadu kekuatan dan kemampuan ayam jago masing-masing, tapi kuburan juga digunakan untuk menangkar burung. Beberapa tahun terakhir ini, minat memelihara burung di Rabadompu sangat tinggi. Minat itu juga ternyata berimbas pada ramainya kuburan, walaupun hanya untuk berkumpul untuk menangkar burung.

Aba Didi menjelaskan, "saya dan teman-teman yang lain memilih tempat ini karena strategis berada ditengah kampung, dan kami manfaatkan untuk berkumpul sambil membawa ayam jago bahkan kami menangkar burung. Selain kami ibu-ibu dan anak-anak juga memanfaatkan untuk tempat bermain bola, ada yang duduk ngerumpi sambil mencari kutu, walaupun hanya berada di sekitar kuburan" katanya.

Ibu Amnah salah satu ibu rumah tangga mengatakan, "saya dan yang lain memilih tempat ini karena sejuk dan tempat yang strategis berada ditengah kampung. Ya untuk sekedar duduk ngerumpi ataupun pelepas lelah sambil menunggu waktu masak, dan kami lakukan sejak lama bahkan ini sudah menjadi kebiasaan kami" katanya. 

Kebiasaan warga Rade berkumpul di kuburan, ternyata diikuti oleh warga kampung yang lain. Kuburan An-Nur yang biasanya ramai pada saat ada orang meninggal, Ramadhan dan Idul Fitri, kini setiap harinya selalu ramai. Selain warga Kampung Rade, ada juga warga dari kampung Dei la Keu (Rasa bou), Rato, Temba dan juga Naru yang menambah ramai kuburan ini di sore hari. Alamsyah  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...